Besarnya Utang Negara dan Informasi Yang Disembunyikan



Bayangkan kalau yg utang perusahan dibayar dengan utangan dibayar dng utangan lagi dibayar dng utangan lagi apa perusahan itu perusahan bonafit dan sehat? apa itu namanya bangkrut?


Utang RI Diperkirakan Tembus Rp 4.300 T, Tapi Masih Dalam Batas Aman


Utang sampai 200% oleh siapapun yg memerintah pasti dibilang aman karena nanti tunjuk Jepang yg utang terhadap PDB sudah 200% lebih (jangan salah pemerintah Jepang utangnya dalam yen kepada rakyatnya sendiri dalam Yen) beda kita utang dalam US$ bayar dengan Rp.

Tingkat kenaikan hutang LN yg lebih besar dari tingkat pertumbuhan ekonomi jelas akan membebani APBN dan memperlemah kemampuan Pemerintah untuk mensupport kebutuhan rakyat dalam APBN.Kita tdk bisa hanya melihat debt ratio to GDP semata.

Selama ini yg ditunjukkan cuma ratio dalam Rp terhadap pendapatan bruto tetapi tidak pernah disebutkan bahwa utang kita adalah dalam US$ sementara penerimaan negara dari pajak dalam Rp, beda dengan Jepang utangnya Yen, Amerika utangnya US$ dapatnya Yen & $.

Dan kondisi ini diperparah dengan ekspor kita rendah terhadap GDP, jauh dibanding dengan beberapa negara ASEAN apalagi negara maju lainnya. Rapuh perekonomian Indonesia.

Kita sudah 100% tidak mampu ekspor produk manufaktur apapun sekali lagi apapun produk manufaktur kalah total harganya dengan China. “Yang kita mampu cuma ekpor produk jaman VOC plus Indomie” itu saja tidak ada yg lain lagi. Semua kita sudah impor.

Kalau semua kita impor IMF dan WB serta bank-bank kaki tangannya sangat suka selama utang dibayar dengan utangan baru dibayar dengan utangan baru lagi rating utang kita dinilai baik oleh Moody’s, Fitch Group & S&P dan menterinya bangga.

Kalau produk manufaktur jepang yg ekspor kedalam grup yg sama lebih ke arah efisiensi pengeluaran perusahannya karena labor cost disini murah & itu manufaktur dalam 1 grup yg sama spt Toyota dengan group usaha supplier yg jadi pemasok tetap.

Saya kasih contoh kita ada pabrik baja terbesar (tak perlu namanya) SNI baja untuk baja impor dia yg bikin / rekayasa, akibatnya baja dari China semua masuk unutk konstruksi perumahan dan gedung tinggi, baja pabrik itu tidak laku karena kemahalan.

Salah satu grup besar jepang sebelum China terbuka, Indonesia adalah basis manufaktur, tetapi sekarang semua dipindah ke China karana lebih murah dan skill labor jauh lebih baik dari Indonesia.

Ada pabrik manufaktur jepang mau invest di Indonesia mereka survey ke Univ di Indonesia UI-ITB dan Gama untuk jumlah skill worker level Ir, akhirnya pilih China krn tdk cukup di Indonesia.

Raja Salman bawa pangeran untuk investasi di Indonesia, mereka ditunjukkan tempat tempat lokasi cuma pakai mulut “tidak ada study kelayakan dalam bahasa inggris yg lengkap dengan financial analysis” akhirnya batal semua.

Regulasi di Indonesia mematikan investasi disini, karena regulasi untuk memperkaya pejabatnya dan masih berlaku sampai detik ini tanpa ijin tidak ada investasi dan investor semua pergi ke China. Saya sudah lama tau kenapa China jd tempat tujuan manufaktur.

Hampir semua investor dari LN kalau diajak berinvestasi selalu tanya “do you have complete feasibility study and financial analysis” ini yg pemerintah kita tidak mampu menulis / melengkapi dalam international language. Mampunya FS nya cuma pakai lidah saja.

Tidak ada yg datang ke Indonesia walau infrastruktur selesai karena saingan kita juga berbuat yg sama seperti di China, Singapore, Malaysia dan Thailand, mereka fasih dan baik membuat complete FS dalam bahasa inggeris untuk tarik jenis investasi di Dalam Negri mereka.

Saya sejak S-3 selalu di Kemenko Ekuin / Wasbang di Tim Tarif Kemenkeu dan di Kemenko Maritim, kalau denger eselon-1 berbahasa inggris saya pengen tutup kuping, apalagi berharap kemampuan mereka bikin FS proyek dalam Bahasa Inggeris.

Di pemerintahan tidak dibutuhkan orang pintar yg penting dalam kelompok siapa itulah pengendali BUMN beda dengan China, Singapore, Thailand dan Malaysia. China “tidak perduli apakah kucing itu hitam atau putih yg penting bisa tangkap tikus (Deng Shiao Ping).

Semua yg di kabinet “short sight” dan jangka pendek tidak bisa atasi masalah yg kompleks di NKRI. Jalan terbaik perkuat fungsi “otonomi daerah seluas-luasnya” tanpa campur tangan pemerintah pusat dalam operasionil / investasi.

Ada yg tidak suka ide ini terutama Menko nya krn banyak menteri yg pengpeng, kalau di pusat perusahannya bisa leluasa mengikat segala macam jenis investor.



Dosen UI. Pernah bekerja di: Kantor Menko Ekuin (Eselon 2: 1990-93)., Tim Tarif Depkeu (1991-93)., Fraksi TNI/Polri dan FPD DPR-RI (Penasehat Fraksi 1999-2008).
Besarnya Utang Negara dan Informasi Yang Disembunyikan Besarnya Utang Negara dan Informasi Yang Disembunyikan Reviewed by BICARABOLA on December 31, 2017 Rating: 5